09 Agu, 2026

Londo Ireng, Padi Ajaib, dan Bisnis Penggilingan Padi “Sultan”

Malam di Karang Kedempel sedang hangat-hangatnya. Kopi hitam di cangkir Semar masih mengepulkan asap tipis. Di pelataran gardu, Tole Gareng—yang belakangan dipercaya menjabat sebagai Presiden Republik Karang Kedempel—sedang berdiri di atas lincak kayu. Tangan kanannya mengepal, matanya berapi-api, seolah-olah lincak itu adalah podium megah bernuansa emas. “Ingat wahai rakyatku!” seru Gareng melengking. “Saya dapat laporan […]

Ijazah Petruk dan Festival Kacamata Pembesar di Karang Kedempel

Seandainya Ki Narto Sabdo masih hidup, beliau mungkin perlu mengubah sedikit pakem pewayangan. Di Negeri Republik Karang Kedempel—negeri yang tanahnya subur, humornya makmur, tapi logika hukumnya sering libur—dunia politik sedang dilanda pagebluk baru yang sangat filosofis: Misteri Kertas Berstempel. Pusat dari goro-goro ini tidak lain dan tidak bukan adalah Petruk. Mantan pimpinan karismatik Republik Karang […]

Karang Kedempel dan Musim Setan Menangkap Setan

Suasana di gardu ronda Republik Karang Kedempel malam itu mendadak hangat. Bukan karena wedang jahe buatan Mak Pon yang ekstra pedas, melainkan karena selembar koran bekas yang dibawa Petruk. Di halaman utamanya, terpampang berita megah: Seorang Penegak Hukum Berbaju Cokelat Ditangkap Penegak Hukum Berbaju Kejaksaan. Esoknya, Gantian Penegak Hukum Berbaju Kejaksaan Dicokok Penegak Hukum Berbaju […]

Misteri Ijazah Karang Kedempel: Menunjukkan yang Asli Lebih Horor Ketimbang Membayar Pengacara

Di dunia ini, ada hal-hal yang kebenarannya sudah mutlak, absolut, dan tidak butuh diperdebatkan lagi di sidang paripurna. Salah satunya adalah matematika dasar: 1 + 1 = 2. Bahkan anak TK di Republik Karang Kedempel pun tahu, jika mereka punya satu buah pisang lalu diberi satu lagi oleh ibunya, jumlahnya menjadi dua. Sederhana, logis, dan […]

Banjir Informasi, Masihkah Ada Ruang Bagi Sang Pewarta?

Malam kian larut, namun di pendopo kecil itu, asap rokok klobot masih mengepul tipis. Suasana hening sejenak, hanya menyisakan suara jangkrik yang bersahutan di kejauhan. Semar Badranaya duduk bersandarkan tiang kayu, tatapannya menerawang jauh menembus kegelapan malam, memikirkan karut-marut dunia modern yang kian bising oleh lalu lintas kata-kata. Di hadapannya, tiga anaknya—Gareng, Petruk, dan Bagong—duduk […]

Menghapus Badai dengan Jalur Orang Dalam (Yaitu: Pikiranmu Sendiri)

“Tuhan memberikan kedamaian abadi, apabila pikiran menghendaki,” kata seorang kawan kepada saya saat memulai sebuah obrolan yang memantik perenungan mendalam. Seringkali kita merasa kalah sebelum bertanding. Bukan karena musuh atau tantangan di depan kita terlalu besar, melainkan karena kita sudah terlebih dahulu memberi ruang bagi ketakutan untuk tumbuh subur di dalam kepala kita sendiri. Kita […]

Menguliti Gelar “Haji”: Antara Kekeliruan Bahasa, Warisan Intelijen Belanda, dan Romantisme Spiritual

(Catatan Pinggir dari Meja Redaksi ariarief.com) Beberapa hari yang lalu, saat sedang menikmati kopi pancung di salah satu kedai langganan di Balikpapan, telinga saya menangkap sebuah perdebatan menarik dari meja sebelah. Topiknya klasik, tapi selalu berhasil memantik diskusi hangat: “Kenapa sih orang Indonesia kalau sudah pulang dari Makkah harus dipanggil Haji? Padahal di Arab sana […]

Menangisi Sagu, Menolak Tebu, Catatan Kritis dari Film “Pesta Babi”

Film yang sedang ramai diperbincangkan ini berjudul lengkap “Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita”. Ini bukan film fiksi komersial atau hiburan biasa, melainkan sebuah film dokumenter investigatif garapan sutradara Dandhy Dwi Laksono dan Cypri Paju Dale, bekerja sama dengan WatchDoc, Greenpeace, Jubi.id, dan Ekspedisi Indonesia Baru. Berikut adalah sinopsis lengkap dan latar belakang dari film […]

Mata Batin dan Rahasia yang Tertitip pada Tangan

Pernahkah sejenak kita memandangi punggung tangan kita sendiri? Bukan dalam rangka mengagumi kehalusan kulitnya, bukan pula menghitung keriput yang mulai terkikis usia. Melainkan memandangnya dengan pandangan “mata kedua”—pandangan mata batin (bashirah) yang mencoba menembus tabir-tabir fisik untuk menemukan rahasia ilahi yang tertitip pada tubuh kita. Coba rapatkan dan tangkupkan jari-jari tangan sahabat ariarief.com seperti yang […]

Treo 650, Sang Legenda Balikpapan yang Raib, Sebuah Catatan Nostalgia

Di tengah kepungan smartphone layar sentuh yang kini nyaris seragam—lempengan kaca hitam tipis yang minim karakter—ingatan saya mendadak terlempar ke medio 2000-an. Ada satu masa ketika teknologi tidak hanya dikejar karena fungsinya, tetapi juga karena sensasi taktil dan estetika desainnya. Dalam lamunan itu, muncul satu nama yang tidak sekadar menjadi alat komunikasi, melainkan simbol prestise […]